Oleh :
Programme for International Student Assessment (PISA) merupakan studi lintas negara di bawah koordinasi Organization for Economic Cooperation and Developmen (OECD) yang dilaksanakan secara berkala untuk memonitor hasil sistem dari sudut capaian belajar peserta didik di tiap negara peserta. PISA merupakan studi yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, yakni pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan seterusnya. PISA mencakup literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy). PISA bertujuan untuk mengukur seberapa baik peserta didik usia 15 tahun atau mendekati akhir wajib belajar yang telah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan masyarakat modern yang berbasis pengetahuan dan mendeskripsikan seberapa jauh siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks yang terkait kehidupannya.
Salah satu tujuan dari pisa adalah untuk menilai pengetahuan matematika siswa dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah mengapa digunakan istilah literasi metematika karena dalam pisa matematika tidak hanya dipandang sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengplikasikan suatu pengetahuan dalam masalah dunia nyata (real world) atau kehidupan sehari-hari. Sehingga pengetahuan tersebut dapat dirasa lebih kebermanfaatan secara langsung oleh siswa.
Pada PISA matematika, dengan memiliki kemampuan literasi matematika maka akan dapat menyiapkan siswa dalam pergaulan di masyarakat modern (OECD, 2010). Meningkatnya permasalahan yang akan dihadapi oleh siswa dikehidupannya membutuhkan kepahaman akan matematika, penalaran matematika, peralatan matematika, dll sebelum mereka benar-benar menjalankan dan melewati permasalahan nyata itu.
Dari definisi matematika literasi di atas dapat dikatakan bahwa literasi matematika merupakan kapasitas masing-masing individu untuk memformulasikan, menggunakan dan menginterpretasikan matematika di banyak situasi konteks. Kepahaman individu meliputi membuat penalaran matematika dan menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat untuk mendeskrepsikan, menjelaskan dan memprediksi sebuah kejadian. Hal itu membantu individu untuk memahami aturan yang menjadikan matematika sebagai acuan pada kenyataan dan untuk membuat pertimbangan serta keputusan yang dibutuhkan dengan mengkonstruksi, menggunakan dan merefleksikan diri sebagai warganegara. Seseorang dikatakan memiliki tingkat literasi matematika baik apabila ia mampu menganalisis, bernalar, dan mengkomunikasikan pengetahuan dan keterampilan matematikanya secara efektif, serta mampu memecahkan dan menginterpretasikan penyelesaian matematika. Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman tentang literasi matematika sangat penting dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kemampuan literasi matematika dapat dilakukan penilaian. PISA menyajikan teknik penilaian literasi matematika yang didasarkan pada konten, konteks dan kelompok kompetensi. PISA menilai level dan tipe matematika yang sesuai dengan anak usia 15 tahun dalam mengikuti alur (trajectory) untuk menjadi warga yang konstruktif, reflektif dan dapat memberikan keputusan dan pendapat yang baik (OECD, 2010).
Matematika literasi yang dimiliki siswa dilihat bagaimana cara siswa dalam menggunakan kemampuan dan keahlian matematika untuk menyelesaikan permasalahan. Permasalahan mungkin terjadi di berbagai macam situasi atau konteks yang berhubungan dengan tiap individu. Untuk menyelesaikan permasalahan maka dibutuhkan mathematical content yang diorganisasikan oleh overaching ideas. Mathematical competencies harus diaktifkan untuk menyambungkan ke realita kehidupan dimana permasalahan muncul dengan matematika dan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Adapun kemampuan matematis yang digunakan dalam penilaian proses matematika dalam PISA adalah (OECD, 2010):
- Komunikasi (Communication)
- Matematisasi (Mathematizing)
- Representasi (Representation)
- Penalaran dan Argumen (Reasoning and Argument)
- Merumuskan strategi untuk memecahkan masalah (Devising Strategies for Solving Problems)
- Menggunakan bahasa simbolik, formal, dan teknik, serta operasi (Using symbolic, formal, and technical language, and operations)
- Menggunakan alat-alat matematika (Using Mathematical Tools).




